Headlines News :
Home » , » SEMINAR SYI’AH

SEMINAR SYI’AH

Written By Unknown on Jumat, 27 Desember 2013 | 23.00

HADIRILAH SEMINAR ISLAM ILMIAH
DI YAYASAN AS-SYIFA AL-KHOERIYYAH SUBANG MINGGU, 20 OKTOBER 2013
TEMPAT AULA UMAR

Fakta dan Data Bahaya Syi'ah di Indonesia

  • Ratusan yayasan Syiah telah tersebar ke berbagai daerah di Indonesia. Padahal perbedaannya dengan Islam adalah perbedaan prinsip. Syiah sangat membenci Para Sahabat Nabi, mencela mereka, bahkan hingga pada tingkat pengkafiran.
  • Para ulama Syiah berdo’a: “Ya Allah kumpulkan kami di akhirat kelak bersama Abu Lu’luah”. Padahal Abu Lu’luah adalah orang Majusi yang membunuh Khalifah Umar bin Khattab. Sedangkan orang yang membunuh orang mukmin dengan sengaja maka telahAllah ancam dengan neraka jahannam, kekal ia di dalamnya:

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا  [النساء : 93]

93. Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS AN-NISAA’/4: 93)

Konflik antara Sunni dan Syiah di Indonesia kian hari kian memanas. Konflik tersebut disebabkan oleh perbedaan prinsip/pokok dalam keyakinan kedua kelompok. Di antara perbedaan yang mencolok diantara kedua kubu yaitu, Sunni (Ahlussunnah) memuliakan para Sahabat Nabi karena merekalah yang berjuang membantu Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam serta menyebarkan Islam ini ke berbagai penjuru. Adapun Syiah sangat membenci Para Sahabat Nabi, mencela mereka, bahkan hingga pada tingkat pengkafiran.
Syi’ah merupakan salah satu aliran dalam Islam yang meyakini bahwa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu dan keturunannya adalah imam-imam atau para pemimpin agama dan umat setelah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.
Menurut beberapa riwayat sejarah, Syiah didirikan oleh seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba’.
Inti ajaran Syi’ah terletak pada masalah Imam yang mereka pusatkan pada tokoh-tokoh ahlul bait. Mereka menetukan 12 Imam, yaitu: Ali bin Abi Thalib, Hasan bin Ali bin Abi Thalib, Husein bin Ali bin Abi Thalib, Ali bin Husein Zaenal Abidin, Muhammad Al-Baqir, Ja’far Ash-Shadiq, Musa Al-Kazim, Ali Ar-Ridha, Muhammad Al-Jawad, Ali Al-Hadi, Hasan Al-Askari, Muhammad Al-Muntazhar (Al-Mahdi). Syi’ah meyakini bahwa kedua belas imam tersebut ma’shum (terlepas dari salah dan dosa) dan yang paling berhak melaksanakan Imamah.
Syi’ah memiliki empat referensi utama dalam membangun madzhabnya.
 Yang pertama, Al-Kafi yang ditulis oleh Muhammad bin Ya’qub bin Ishaq Al-Kulaini. Dia adalah seorang ulama Syi’ah terbesar di zamannya. Dalam kitab itu terdapat 16.199 hadits. Menurut kalangan Syi’ah, Al-Kafi adalah kitab yang paling terpercaya.
 Kedua, Man Laa Yahdhuruhu Al-Faqih, dikarang oleh Muhammad bin Babawaih al-Qummi. Terdapat di dalamnya 3.913 hadits musnad dan 1.050 hadits mursal.
Ketiga, At-Tahzib. Ditulis oleh Muhammad At-Tusi yang dijuluki Lautan Ilmu.
Keempat, Al-Istibshar, juga ditulis oleh Al-Qummi mencakup 5.001 hadits.
Aliran ini telah tersebar ke berbagai negara, tak terkecuali di Indonesia. Data dan fakta mengenai perkembangan Syiah di Indonesia bisa di lihat dalam buku ini, yang berjudul Ahlussunnah Waljamaah dan Dilema Syiah di Indonesia yang ditulis oleh Farid Ahmad Okbah, M.A.
Setelah menjelaskan definisi, pokok-pokok, dan ciri-ciri Ahlussunnah waljamaah pada bab pertama, penulis memaparkan secara singkat definisi Syiah, sejarah, pokok-pokok ajaran, dan penyimpangannya pada bab kedua.
Penulis yang merupakan pakar Syiah ini juga menyebutkan beberapa sejarah pengkhianatan Syiah pada bab keempat. Diantara pengkhianatannya adalah pembunuhan Khalifah Umar bin Khattab oleh Abu Lu’luah al-Majusi. Kaum Syiah menjulukinya dengan “Baba Syujauddin” (sang pembela agama yang gagah berani). Kuburannya di Iran dikunjungi dan dihormati oleh kaum Syiah. Bahkan para ulama Syiah berdo’a “Ya Allah kumpulkan kami di akhirat kelak bersama Abu Lu’luah” (hal.48)
Pada bab kelima penulis memaparkan data dan fakta perkembangan Syiah di Indonesia. Ratusan yayasan Syiah telah tersebar ke berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya adalah Yayasan Muthahhari Bandung,  Yayasan al-Muntazhar di Jakarta, Yayasan Mulla Shadra Bogor, dan Yayasan Fikratul Hikmah di Sulawesi Selatan. Syiah juga gencar menerbitkan buku-buku Syiah. Lentera, Mizan, Hidayah, al-Huda, al-Jawwad adalah beberapa nama penerbit Syiah yang terkenal. (lihat hal.55-66)
Selain itu, Syiah juga banyak mengirim kadernya untuk melanjutkan pendidikan di Iran. Setiap tahunnya sekitar 300 mahasiswa Indonesia ke Iran. Syiah juga memiliki beberapa organisasi, diantaranya adalah Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI), Ikatan Pemuda Ahlul Bait Indonesia (IPABI), dan Ahlul Bait Indonesia (ABI). Beberapa Lembaga pendidikan milik syiah adalah SMA Plus Muthahhari Bandung dan Jakarta, dan Ma’had Yapi Bangil, Jawa Timur. (hal.60-61)
Pada bab-bab berikutnya penulis memaparkan data-data mengenai Syiah di beberapa media. Lebih lengkapnya, silahkan membaca buku “Ahlussunnah waljamaah dan Dilema Syiah di Indonesia” ini. Buku ini sangat pantas untuk dibaca untuk mengetahui data dan fakta perkembangan Syiah di Indonesia.


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Umrah Plus

PROGRAM UMRAH PLUS KBIH AL KHOERIYYAH & PT CAHAYA RAUDHAH Jl. Subang-Bandung KM.12 Desa Tambakmekar, Kecamatan Jalancagak,Kabupaten Subang 41281 email : kbih.alkhoeriyyah@gmail.com FB : Kbih Al-Khoeriyyah

Buletin As-Syifa

Buletin As-Syifa Al-khoeriyyah terbit setiap pekan, wajib dikonsumsi oleh semua kalangan Pemuda Pemudi, Orang Tua, Ulama, Ustadz, dan para masyarakat, Pemesanan bisa melalui kami di 082318164102

Arsip Blog

Popular Posts